RUNNING TEXT

SELAMAT DATANG DI WEBSITE MAN 8 JAKARTA - Man Jadda WaJada (Barangsiapa yang bersungguh-sungguh maka dia akan berhasil), Insya Allah bisa !

Kegiatan Pembiasaan di MAN 8 Jakarta

KEGIATAN PEMBIASAAN DI MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) 8 JAKARTA SEBAGAI PENDUKUNG PENDIDIKAN KARAKTER
PENDIDIKAN NASIONAL



Berdasarkan UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman.
Sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Tujuan pendidikan adalah suatu faktor yang sangat penting di dalam pendidikan, karena tujuan merupakan arah yang hendak dicapai atau yang hendak di tuju oleh pendidikan.Begitu juga dengan penyelenggaraan pendidikan yang tidak dapat dilepaskan dari sebuah tujuan yang hendak dicapainya.
Hal ini dibuktikan dengan penyelenggaraan pendidikan yang di alami bangsa Indonesia. Fungsi dan tujuan dari pendidikan nasional dituangkan dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 3 yang berbunyi :“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab” Pendidikan Karakter Penguatan pendidikan moral (moral education) atau pendidikan karakter (character education)  dalam konteks sekarang sangat relevan untuk mengatasi krisis moral yang sedang melanda di negara kita. Krisis tersebut antara lain berupa meningkatnya pergaulan bebas, maraknya angka kekerasan anak-anak dan remaja, kejahatan terhadap teman, pencurian remaja, kebiasaan menyontek, penyalahgunaan obat-obatan, pornografi, dan perusakan milik orang lain sudah menjadi masalah sosial yang hingga saat ini belum dapat diatasi secara tuntas, oleh karena itu betapa pentingnya pendidikan karakter. Menurut Lickona, karakter berkaitan dengan konsep moral (moral knonwing), sikap moral (moral felling), dan perilaku moral (moral behavior). Berdasarkan ketiga komponen ini dapat dinyatakan bahwa karakter yang baik didukung oleh pengetahuan tentang kebaikan, keinginan untuk berbuat baik, dan melakukan perbuatan kebaikan. Bagan dibawah ini merupakan bagan keterkaitan ketiga kerangka pikir ini.
Pendidikan karakter telah menjadi perhatian berbagai negara dalam rangka mempersiapkan generasi yang berkualitas, bukan hanya untuk kepentingan individu warga negara, tetapi juga untuk warga masyarakat secara keseluruhan. Pendidikan karakter dapat diartikan sebagai the deliberate us of all dimensions of school life to foster optimal character development (usaha kita secara sengaja dari seluruh dimensi kehidupan Madrasah/madrasah untuk membantu pembentukan karakter secara optimal. Pendidikan karakter memerlukan metode khusus yang tepat agar tujuan pendidikan dapat tercapai. Di antara metode pembelajaran yang sesuai adalah metode keteladanan,  metode pembiasaan, dan metode pujian dan hukuman. Kegiatan Pembiasaan di Madrasah Pengembangan karakter peserta didik dapat dilakukan dengan membiasakan perilaku positif tertentu dalam kehidupan sehari-hari. Pembiasaan merupakan proses pembentukan sikap dan perilaku yang relatif menetap dan bersifat otomatis melalui proses pembelajaran yang berulang-ulang, baik dilakukan secara bersama-sama ataupun sendiri-sendiri. Hal tersebut juga akan menghasilkan suatu kompetensi. Pengembangan karakter melalui pembiasaan ini dapat dilakukan secara terjadwal atau tidak terjadwal baik di dalam maupun di luar kelas.
Kegiatan pembiasaan di Madrasah terdiri atas Kegiatan Rutin, Spontan, Terprogram dan Keteladanan.

1.  Kegiatan Rutin 
Kegiatan rutin adalah kegiatan yang dilakukan secara reguler dan terus menerus di Madrasah. Tujuannya untuk membiasakan siswa melakukan sesuatu dengan baik. Kegiatan pembiasaan yang termasuk kegiatan rutin adalah sebagai berikut :
  1. Menyambut peserta didik di pagi hari.
  2. Berdoa sebelum memulai kegiatan Kegiatan ini bertujuan untuk membiasakan peserta didik berdoa sebelum memulia segala aktifitas,kegiatan dilaksanakan setiap pagi secara terpusat di    masjid Baitul Ulum MAN 8 Jakarta.
  3. Membaca Asmaul Husna Kegiatan ini bertujuan membiasakan peserta didik untuk berdzikir, mengingat nama – nama Allah.
  4. Sholat Dhuha Bersama – sama.
  5. Tadarus Al – Qur’an.
  6. Kultum (kuliah tujuh menit) setiap hari Kamis pagi setelah sholat Dhuha.
  7. Upacara Bendera Merah Putih Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan jiwa nasionalisme dan bangga sebagai bangsa pada peserta didik.
  8. Bimbingan Wali Kelas.
  9. Sholat Dhuhur Berjamaah.
  10. Sholat Asar Berjamaah.
  11. Sholat jum’at di MAN 8 Jakarta.
  12. Berdoa di akhir pelajaran.
  13. Kegiatan eskul selesai KBM hari  Senin  s.d  Jum’at (sore hari).
  14. Keputrian.
  15. Pelatihan khutbah jum’at.
  16. LDKS/O.

2. Kegiatan Spontan
Kegiatan spontan adalah kegiatan yang dapat dilakukan tanpa dibatasi oleh waktu, tempat dan ruang. Hal ini bertujuan memberikan pendidikan secara spontan, terutama dalam membiasakan bersikap
sopan santun, dan sikap terpuji lainnya. Contoh:
  1. Membiasakan mengucapkan salam dan bersalaman kepada guru, karyawan dan sesama siswa
  2. Membiasakan bersikap sopan santun.
  3. Membiasakan membuang sampah pada tempatnya.
  4. Membiasakan antre.
  5. Membiasakan menghargai pendapat orang lain.
  6. Membiasakan minta izin masuk/keluar kelas atau ruangan.
  7. Membiasakan menolong atau membantu orang lain.
  8. Membiasakan konsultasi kepada guru pembimbing dan atau guru lain sesuai kebutuhan.

3. Kegiatan Terprogram
Kegiatan Terprogram ialah kegiatan yang dilaksanakan secara bertahap disesuaikan dengan kalender pendidikan atau jadwal yang telah ditetapkan. Membiasakan kegiatan ini artinya membiasakan siswa dan personil Madrasah aktif dalam melaksanakan kegiatan Madrasah sesuai dengan kemampuan dan bidang masing-masing. Contoh :

1.   Kegiatan Class Meeting.
2.   Kegiatan memperingati hari-hari besar nasional.
3.   Kegiatan memperingati hari-hari besar Islam.
4.   Kegiatan Karyawisata (Observasi Lpangan dan Outing Class).
5.   Kegiatan Lomba Mata Pelajaran, seperti olimpiade matematika,
      pesona fisika, lomba mading,dll.
6.   Kegiatan Lomba eskul.
7.   Kegiatan Pentas Seni Akhir Tahun (PESAT).
8.   Kegiatan Kemah Pramuka.
9.   CGTS ( Campus Goes To School ).
10.  Istighosah.

4.  Kegiatan Keteladanan
Kegiatan Keteladanan, yaitu kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari yang dapat dijadikan contoh (idola) Contoh :
  1. Membiasakan berpakaian rapi.
  2. Mebiasakan datang tepat waktu.
  3. Membiasakan berbahasa dengan baik.
  4. Membiasakan rajin membaca.
  5. Membiasakan bersikap ramah.
  6. Membiasakan bersodaqoh.

3 komentar:

BahriTV mengatakan...

Bpk/ibu cara daftar buat anak didik baru 2019 bisa dateng kesekolah ga

Gigih mengatakan...

assalamualikum,bu pendaftaran man 8 udh buka blm ya

Unknown mengatakan...

Assalamualaikum pendaftaran udah dibuka belom?

Posting Komentar